Browse By

JASA MARGA JUARA TELKOM INDONESIA OPEN 2015

tio

Lama tidak terdengar namanya dalam percaturan bridge nasional, Jasa Marga tiba-tiba muncul di Turnamen Bridge Telkom Indonesia Open 2015. Beberapa tahun yang lalu, PT Jasa Marga merupakan salah satu BUMN pendukung olahraga bridge. Selain mengadakan turnamen internasional mereka juga menerima pemain-pemain muda berbakat untuk menjadi pegawai. Sebut saja yang bertahan, Lusje Bojoh, Sartje Pontoh yang baru saja pensiun dan Dadan Waradia. Nama terakhir ini yang kemudian ingin mengembalikan Jasa Marga aktif berkecimpung lagi dalam pembinaan olahraga bridge. Ia kemudian berinisiatif membentuk tim dan mengajak Johan Mamesah pemain yang seangkatan ketika masih junior ditambah Very Pangkerego dan dua pemain senior Ilham Abdullah dan Bert Toar Polii.

Tim yang baru saja terbentuk dua minggu sebelum pertandingan ternyata berbuah hasil. Tim yang turun dengan kombinasi Johan Mamesah/Dadan Waradia dan Ilham Abdullah/Bert Toar Polii dengan Very Pangkerego sebagai pemain jangkar di babak penyisihan yang berlangsung 6 session sistim Swiss keluar sebagai juara. Sesuai peratutan pertandingan, 7 tim peringkat teratas babak penyisihan lolos ke babak final ditambah satu tim seeded dari tuan rumah PT Telkom. Kedelapan tim yang lolos adalah, Jasa Marag, Jatim Putra,EIBC Jakarta, Djarum Black, Kombi-Tondano dan Banten Putra.

Terjadi banyak kejutan di mana beberapa tim tangguh gagal lolos ke final, seperti Pertamina yang turun dengan 4 tim, PON Jabar putra/putri serta Djarum yang hanya meloloskan satu tim. Memang patut diakui babak penyisihan yang berlangsung 6 session @ 10 papan bisa memakan korban siapa saja. Tapi patut diakui peran teknologi yang berkembang pesat telah membuat hambatan yang dulu dihadapi oleh pemain diluar kota-kota besar kini terbantu. Para pemain di daerah bisa berselancar di internet untuk mencari literature tentang teori bermain bridge serta bisa berlatih kapan saja dan darimana saja di Bridge Base Online yang disediakan gratis oleh pengelolanya.Dulu kita harus mencari minimal 4 orang untuk bisa berlatih. Sekarang tidak perlu, cukup duduk di depan komputer atau malah bisa dari HP , buka BBO singakatan popular dari Bridge Base Online dan langsung tersedia banyak lawan dari berbagai belahan dunia. Hal ini membuat banyak sekali pemain yang cukup bagus walaupun belum lama berkecimpung di dunia bridge. Salah satu contoh adalah regu kejuatan yang lolos ke babak final, regu Kombi-Tondano yang dimotori Ronny Lontoh, Pricilia Lontoh, Ir. Iskandar dan kawan-kawan. 5 dari 6 pemainnya aktif bermain di BBO dan bisa dikatakan hampir setiap hari.

Selanjutnya mari kita balik ke pertandingan. Di babak final Jasa Marga tampil kesetanan dan meraih juara dengan 99.89 VP jauh meninggalkan saingan beratnya Jatim Putra yang diperkuat Denny Sacul, Santje Panelewen, Mukhiban Darmabaki yang hanya meraih 79,16 VP. Tim Jatim Putra adalah tim inti PON Jatim ditambah Joubert Sumarauw/Ronny Eltanto yang bermain di tim lain. Regu Jatim Putra hampir saja disalib oleh EIBC Jakarta pada session terakhir. EIBC Jakarta yang diperkuat Harnanto KW (NPC) dengan para pemain Nur Ainia, Rizky Watuseke, Alfa Irinanda dan Hendy Lukito menang hanya 16-4 VP di session terakhir. Jika menang 3 imp lagi mereka dapat melewati peringkat Jatim Putra. EIBC Jakarta mengumpulkan 78.22 VP Peringkat selanjutnya, KOMBI-Tondano 79.61 VP. Djarum Black 76.61 VP. Telkom Indonesia WIFI-ID 58.02 VP, Banten Putra 57.32 VP dan terakhir Perbankan Jatim 41.77 VP.

Di babak consolation yang berlangsung bersamaan dengan babak final, regu Alunand Plus yang diperkuat Hendra Railis dan kawan-kawan tampil prima dan keluar sebagai juara. Juara kedua diraih Dajrum Super yang dikomandoi Bambang Hartono dan juara ketiga BTC Jatim, Bambang Prijambodo dan kawan-kawan.

Menurut Ketua Panpel Irsyal Boyriza, melihat jumlah peserta yang meningkat setiap tahun, dimana tahun ini diikuti 61 tim maka PT Telkom berencana untuk memperluas jangkauan tahun depan menjadi turnamen bridge berskala internasional. Tujuannya ingin menunjang PB Gabsi dalam mensukseskan target meraih 5 medali emas di Asian Games 2018 pungkas Irsyal yang juga anggota Pengurus Gabsi masa bakti 2014-2018.

(sebagaimana yang diberitakan Bert Toar Polii di kompasiana.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *