Browse By

Surabaya Jawara Kejurnas ke-53 Banda Aceh

Regu Bridge Kota Surabaya berhasil menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge ke-53 pada nomor Antar Kota yang berlangsung di Banda Aceh pada 8-11 Mei 2015. Surabaya memastikan raihan gelar juara setelah membungkam regu Jakarta Pusat dalam partai final. Turun dengan kombinasi Youbert Sumaraw/Rony Eltanto, Mukhiban Darmabakti/Santje Panelewen dan Indra Kusuma/Iskandar, Surabaya berhasil mengalahkan Jakarta Pusat yang beranggotakan Robert Tobing/Taufik Asbi, Leslie Gontha/Jemmy Bojoh dan Franky Karwur/David PH dengan 128-21 imp.
Tertinggal cukup jauh pada segment pertama, Jakarta Pusat berusaha tampil lebih baik di segment kedua namun mereka gagal menemukan permainan terbaik mereka dan merelakan kemenangan ke tim Surabaya. Surabaya di babak semi final berhasil
melakukan revans dengan mengalahkan tim favorit lainnya Manado yang di babak kualifikasi mengalahkan mereka. Sementara Jakarta Pusat menang atas Minahasa. Pada perebutan tempat ketiga, Minahasa menang atas Manado 77-65imp.

Kejutan besar terjadi ketika tim elit Semarang dilengserkan oleh tuan rumah Banda Aceh ke klas B. Akibatnya, Semarang akan bermain di klas B tahun 2017 mendatang, sementara tuan rumahBanda Aceh bertahan di Klas A. Dalam pertadingan sebanyak 2 segment tersebut, mereka bermain draw, tetapi Banda Aceh menang carry over sebesar 4.5imp karena menang dalam pertandingan round robbin. Kemenangan ini adalah obat penghibur bagi tuan rumah karena tuan rumah lainnya Lhouksemawe
telah terlempar ke klas B ketika mereka dikalahkan oleh Semarang di play off pertama. Makasar juga berhasil bertahan di Klas A ketika pada play off pertama menang atas Banda Aceh.

Di nomor Antar Kota Klas B, regu Bitung sukses menjadi yang terbaik setelah menempati peringkat pertama dengan torehan poin 96,90. Disusul peringkat dua Jakarta timur dengan 93,43 poin, Batam 93,12 poin dan peringkat keempat Penajam Kalimantan Timur dengan 83,40 poin. Dengan hasil itu, Bitung berhak promosi ke Klas A. Ini adalah kali pertama Bitung akan berlaga di Klas A eksis selama 10 tahun dan enam kali ikut Kejurnas.

“Dari tujuh season yang dipertandingkan, kami menang lima season, satu season draw dan satu season kalah,” ujar Ketua tim Gabungan Bridge Bitung (GABIT), Rudy Theno yang mengirimkan 11 orang atlet beserta tim official dengan manajer Jefrry Mambu dan Ketua Harian Recky Lengkong ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *